Senin, 25 Januari 2016

Mengenal Profesi Kontraktor

Secara umum kontraktor bisa didefinisikan sebagai orang yang proses kerjanya terikat oleh kontrak. Tentu saja pekerjaan ini disesuaikan dengan tenggat waktu yang telah disepakati antara dua belah pihak, mulai dari perencanaan, pengerjaan hingga penyelesaian.


Kontraktor sebaiknya memiliki persyaratan dasar teknis dalam mendirikan bangunan. Namun, dalam kenyataannya, tidak sedikit kontraktor yang tidak memiliki dasar pendidikan teknik. lni bukan berarti mereka tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Pengalaman kerja akan sangat berpengaruh ketika ada di lapangan.

Ada banyak keuntungan jika seorang kontraktor memiliki pendidikan dasar teknik. Baik itu teknik arsitektur, sipil, lanskap, maupun desain interior. Manfaatnya antara lain sebagai berikut.

1 . Mereka yang berpendidikan dasar Arsitektur akan memiliki keuntungan seperti berikut:
a. Mengetahui tata letak dan kebutuhan ruangan dalam sebuah rumah.
b. Pengaturan tata cahaya alami (diperlukan ketika ruangan tidak harus menggunakan listrik saat siang hari).
c. Pengaturan sirkulasi keluar-masuknya udara ke ruangan.
d. Mengetahui daerah mana saia yang harus diberi penghijauan.

2. Mereka yang berpendidikan dasar teknik sipil akan memiliki keuntungan tentang perencanaan konstruksi:
a. Fondasi.
b. Tiang.
c. Tangga untuk rurnah bertingkat.
d. Balok dan pelat beton lantai atas.
e. Balok atap.
f. Atap.

3. Mereka yang berpendidikan dasar ilmu lanskap akan memiliki keuntungan dengan memiliki pengetahuan tentang:
a. Pengaturan jenis tanaman yang cocok.
b. Tata letak tanaman hias atau tumbuhan.
c. Penataan elemen batu hias untuk memperindah suasana taman.

Kontraktor bekerja dengan tahapan-tahapan tertentu, yaitu saat sebelum pembangunan, pembangunan berlangsung, dan sesudah pembangunan selesai. Ketaatan kontraktor terhadap jadwal tahapan - tahapan kerja ini akan mengakibatkan mutu dan hasil kerja maksimal. Owner pun akan terpuaskan sehingga akan memberikan rekomendasi yang baik untuk Anda.

Membangun hunian yang berdiri dengan kokoh, indah, dan sesuai dengan keinginan owner adalah harapan semua kontraktor. Agar hal tersebut dapat diwujudkan, kontraktor harus merencanakan pembangunan dengan baik. Kontraktor berkewajiban nemberitahukan informasi-informasi tentang pembangunan kepada pemilik rumah agar tidak terjadi kesalah pahaman pada proses kerja di lapangan. lnformasi yang diberikan lebih baik disertai gambar-gambar yang mendukung penjelasan.

Sumber: Buku Pintar Membangun Rumah

Minggu, 24 Januari 2016

Pengelompokan Alat Berat (Alat Pemancang Tiang)

Pengelompokan Alat Berat (Alat Pemancang Tiang)
1.Drop Hammer
Merupakan alat pemancang tiang yang cara kerjanya adalah pertama-tama palu berat yang diletakkan pada ketinggian tertentu di atas tiang. Palu tersebut kemudian dilepaskan dan jatuh mengenai bagian atas tiang. Untuk menghindari tiang menjadi rusak akibat tumbukan, biasanya pada kepala tiang dipasangkan semacam topi atau cap sebagai penahan energi (shock absorber).

2. Diesel Hammer (Pemancang Diesel)
Alat ini lebih sederhana dibandingkan hammer lainnya. Diesel hammer memiliki fungsi untuk memancangkan tiang pondasi. Alat ini mudah digunakan di daerah terpencil dan ekonomis dalam pemakaiannya dan perawatannya. Namun sangat sulit digunakan pada tanah yang lunak.

3. Hydraulic Hammer (Pemancang Hidrolis)
Alat ini digunakan untuk memancangkan pondasi tiang baja H dan pondasi lempengan baja dengan cara dicengkeram, didorong, dan ditarik. Cara kerjanya didasarkan pada perbedaan tekanan pada cairan hidrolisnya.

4. Vibratory Pile Driver (Pemancangan Dengan Getaran)
Alat ini digunakan untuk memancangkan pondasi yang dibangun pada daerah yang tanahnya lembab.

Prinsip Perancangan Arsitektur (Penting !)

Dalam arsitektur dikenal beberapa prinsip perancangan yang dapat memberikan nilai lebih produk arsitektur, di antaranya :

1. Prinsip Kegunaan (Utilitas)

 Bangunan dapat menampung lebih dari sekedar fungsi (fisik) dengan baik.
Pengertian diperluas lagi menyangkut kualitas ruang dan kualitas hidup.
 Misal rumah tinggal memberikan ketentraman dan kebetahan bagi penghuni, bangunan peribadatan memberikan kekhusukan, toko/restoran memberi kesan mengundang, laku, dan banyak pengunjung, dan bangunan dituntut untuk menampung kecenderungan pergantian/perkembangan fungsi di masa depan.

2. Prinsip kekokohan (Firmitas)

 Merujuk pada kondisi atau persyaratan arsitektur bangunan yang kedua dari Vitruvius, yaitu firmitas atau kekokohan. Bangunan harus benar secara teknis struktur, konstruksi, teknologi, bahan, dan manajemen pembangunan.







3. Prinsip keindahan (Venustas)

 Bangunan dirancang menggunakan estetika visual: komposisi, harmoni, sekuen, hirarki, proposisi, dsb. Pengertian diperluas menjadi suasana, karakter, kepantasan visual, komunikasi, dsb. Pengertian diperluas lagi menjadi estetika non-visual: estetika audial/akustik, tektonik, heptik(rabaan)






4. Prinsip Keselamatan (Safety)

Hasil gambar untuk sprinkler and smoke detector Bangunan tidak menggunakan bahan yang mudah terbakar, menimbulkan asap berbahaya, dll. Bangunan memiliki saran penyelamatan dari kemungkinan bahaya (kebakaran) berupa fasilitas : Statis (tangga kebakaran, alarm, pintu darurat, dsb), Dinamis (hidran, sprinkler, pemadan kebakaran portable, dsb)



5. Prinsip Kesehatan (Healty)


 Bangunan tidak memiliki komponen bangunan yang mengandung unsur berbahaya bagi kesehatan penghuni dan tetangga. Bangunan tidak memiliki kualitas ruangan yang dapat membuat penghuni sakit.






 
6. Prinsip Aksebilitas (Universally Design)

 Bangunan memiliki sarana yang memudahkan bagi pengunjung dengan kebutuhan (kemampuan) khusus (difable: differently able), termasuk juga: orang lanjut usia (lansia), wanita hamil, pengguna kursi roda.







7. Prinsip Berkelanjutan Secara Lingkungan (Environmentally Sustainable)

 Bangunan menghemat pemakaian energi yang tak terbarukan (energi fosil). Bangunan tidak merusak pelestarian lingkungan. Bangunan mempertahankan (tidak menghabiskan/menghilangkan/menurunkan) kualtias sumber daya alam yang tak terbarukan, yang diperlukan oleh masyarakat sekitar dan untuk generasi mendatang.


8. Prinsip Berkelanjutan Secara Ekonomi (Economically Viable)


 Perawatan dan pengelolaan bangunan tidak membebani pemiliki, pengguna bangunan masa sekarang dan di masa mendatang secara ekonomi. Pembangunan menguntungkan tetangga bangunan/lingkungan secara ekonomis, melibatkan kegiatan ekonomi warga.

9. Prinsip Berkelanjutan Secara Sosial (Socially Acceptable)

 Bangunan tidak menimbulkan potensi konflik sosial, pada masa kini maupun masa mendatang. Bangunan membantu menjaga kerukunan sosial antar warga yang berbeda latar belakang. Bangunan menyediakan fasilitas sosial/fasilitas umum yang dapat digunakan bersama oleh warga yang berbeda latar belakang.





Sumber: Buku Prinsip Perancangan Arsitektur.

Arsitek Terbaik Indonesia

Indonesia memiliki tokoh - tokoh arsitektur terbaik didalam nya yang mampu bersaing dengan arsitek di luar negeri. Lalu siapa saja kah arsitek terbaik Indonesia itu, beberapa diantara nya adalah :

1. Y.B Mangunwijaya Pr


Arsitek satu ini menempati posisi puncak karena sumbangannya tidak hanya terbatas pada arsitektur namun juga meresap ke dalam ingatan dan jiwa kita. Dalam bidang arsitektur sendiri lulusan Teknik Arsitektur ITB tahun 1959 dan Rheinisch Westfaelische Technische Hochschule, Aachen, Jerman tahun 1966, ini dijuluki sebagai bapak arsitektur modern Indonesia. Karyanya yang terkenal adalah Bentara Budaya Jakarta, berbagai gereja dan kawasan pemukiman Kali Code.

2. Fredrich S Silaban


Siapa yang tidak kenal Monumen Nasional, Gelora Senayan dan tentunya yang paling membanggakan adalah Mesjid Istiqlal. Bangunan masjid terbesar di Asia Tenggara itu dirancang olehnya melalui sayembara dan karyanya itu menjadi monumen toleransi di Indonesia. Mengapa ? Karena masjid terbesar di Asia Tenggara itu dirancang oleh seorang kristen.
Fredrich S Silaban menyelesaikan pendidikan formal di H.I.S. Narumonda, Tapanuli pada tahun 1927, Koningen Wilhelmina School (K.W.S) di Jakarta pada tahun 1931, dan Academic van Bouwkunst Amsterdam, Belanda pada tahun 1950.

3. Achmad Noeman


Achmad Noeman terkenal sebagai Maestro Arsitektur Masjid Indonesia. Diantara karya nya seperti Masjid Salman ITB, Masjid Amir Hamzah di Taman Ismail Marzuki, Masjid At-Tin Jakarta, Masjid Islamic Center Jakarta, Masjid Soeharto di Bosnia dan Masjid Syekh Yusuf di Cape Town, Afrika Selatan. Ia meneruskan pendidikannya di Universitas Indonesia, atau sekarang yang kita sebut Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia juga merupakan salah satu pendiri IAI (Ikatan Arsitek Indonesia).

4. Ir. Ciputra

Arsitek satu ini dikenal bukan karena karya - karyanya tapi karena kesuksesan usahanya, pandangan hidupnya dan sumbangannya untuk kemajuan kewirausahaan Indonesia. Ia menyelesaikan pendidikan arsiteknya tahun 1960 di ITB. Ia bersama group nya telah menghasilkan dua kawasan perumahan paling ikonik di Indonesia yaitu Pondok Indah dan Bumi Serpong Damai, ia pun mendirikan perusahaannya sendiri di bawah naungan Ciputra Group dan menghasilkan berbagai macam proyek properti lainnya.

5. Soejodi Wijroatmodjo
Ia merupakan seorang arsitek berbakat yang memenangkan sayembara untuk desain gedung MPR/DPR yang sangat ikonik itu. Ia merupakan arsitek lulusan ITB dan melanjutkan pendidikan arsitek melalui beasiswa di Francis di Ecole Superieure National des Beaux Arts, Paris dan Hoogeschool, Delft, Belanda. Karya - karya nya yang lain adalah Gedung Sekretariat ASEAN, Gedung Kedubes Francis di Jakarta, Gedung konsultat Indonesia di Beograd, Gedung KBRI di Kuala Lumpur, dan Stasiun PLTA di Karang Kates, Jawa Timur.

Alat Gambar Bangunan


Untuk meyampaikan hasil dari pemikiran atau ide yang telah dipikirkan oleh arsitek ataupun designer. Hasil permikiran tersebut harus dituangkan dalam bentuk gambar. Sebelum menggambar kita pasti memerlukan alat - alat gambar terlebih dahulu. Adapun alat - alat gambar yang diperlukan untuk seorang arsitek (perancang) atau designer adalah :

1. Pensil
Alat gambar yang paling sering digunakan adalah pensil. Keunggulan jenis pensil adalah kemudahan untuk dihapus jika terjadi kesalahan menggambar. Secara umum pensil dibedakan menjadi 2, yaitu :

- Pensil Biasa
Pensil biasa memiliki keberagaman kekerasan, mulai dari yang paling keras (seri-H) hingga yang paling lunak (seri-B). Semakin besar nomor seri, semakin keras (seri-H) atau sebaliknya semakin lunak (seri-B). Tingkat paling keras untuk jenis pensil biasa adalah seri 9H dan paling lunak adalah seri 6B.

- Pensil Mekanik
Pensil mekanik memiliki isi pensil berdiameter kecil tidak perlu diruncingkan (diserut). Ukuran pensil (diameter) untuk jenis pensil mekanik adalah 0,3/0,35 mm; 0,5mm; 0,7mm; dan 0,9 mm.
2. Pena
Pena yang dipakai untuk menggambar pada kertas gambar dapat dipergunakan dengan cara tangan bebas (free hand) maupun gambar teknik yang menggunakan penggaris. Jenis pena yang menggunakan tinta adalah Rapido. Ukuran rapido bervariasi dari 0,1 mm - 2,0 mm, yang biasa disebut mata rapido.

3. Penggaris
Penggaris ini membantu membuat gambar dapat menghasilkan suatu garis dengan ukuran tertentu serta garis yang lurus. Jenis penggaris beragam, baik bentuk maupun besar/panjangnya. Penggaris panjang siku yang berfungsi sebagai alat bantu kesejajaran yang disebut penggaris T.
4. Penghapus
Jenis penghapus dibedakan untuk penghapus pensil dan penghapus tinta. Untuk menghapus pensil, digunakan penghapus pensil, sedangkan untuk menghapus tinta, digunakan penghapus tinta dan penghapus pensil.
5. Jangka
Jangka digunakan untuk menggambar garis melingkar.
6. Cat Air (Water Color)
Sesuai dengan namanya cat air, penggunaan air menjadi sangat dominan dalam menghasilkan gambar dengan teknik warna yang baik. Untuk itu, diperlukan keterampilan khusus untuk dapat menggunakan cat air dengan baik.
7. Cat Poster (Poster Color)
Teknik mewarnai dengan cat poster berbeda dengan cat air. Diperlukan latihan yang cukup untuk dapat menggunakan cat poster ini dengan baik.
8. Kuas dan Wadah Cat
Kuas cat air/poster dipakai untuk menggoreskan/melukiskan cat warna ke dalam kertas gambar. Seperti halnya rapido, kuas cat juga terdiri dari beberapa jenis dan ukuran. Penggunaannya disesuaikan dengan luasan bidang gambar yang akan diwarnai.

9. Penggaris Mal.
Penggaris mal digunakan untuk membuat garis yang tidak lurus, melainkan garis melengkung. Penggaris mal untuk gambar ini juga beragam bentuk dan macamnya, dan ada juga yang berupa mal untuk furniture atau bentuk - bentuk baku seperti, lingkaran, bujursangkar, dan bentuk lainnya.


Alat Pelindung Diri (APD) Engineer

Sebagai seorang engineer kita tidak akan selalu bekerja di dalam ruangan, ada saat nya kita harus ke lapangan untuk memantau perkembangan proyek yang kita kerjakan. Saat berada di lapangan kita harus menaati aturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang telah berlaku, salah satu nya dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

Pelindung diri berfungsi untuk melindungi diri agar tidak mengalami cedera akibat kerja. Pelindung badan yang harus digunakan pada pekejaan kontruksi adalah sebagai berikut :

1. Helm (Safety Helmet)
Berfungsi sebagai pelindung kepala dari benda jatuh yang bisa mengenai kepala baik secara langsung maupun tidak langsung, untuk itu helm harus dipilih yang baik mutunya.


2. Kaca Mata Pengaman (Safety Glasses)
Berfungsi sebagai pelindung mata dari partikel - partikel kecil seperti debu, radiasi, atau sinar yang meyilaukan.
3. Masker (Respirator)
Berfungsi sebagai penyaring udara yang dihirup saat bekerja yang memiliki kualitas udara yang buruk misal debu semen atau unsur kimia.
4. Sabuk Keselamatan (Safety Belt)
Berfungsi sebagai mencegah kita agar tidak terjatuh saat bekerja di tempat yang tinggi nya lebih dari 2 meter.

5. Sarung Tangan (Kain, Kulit, atau Karet)
Untuk melindungi tangan dari cidera yang berasal benda - benda tajam, goresan, bahan - bahan kimia, benda panas/dingin, ataupun kontak arus listrik.
6. Sepatu (Safety Shoes)
Berfungsi untuk mencegah kecelakaan fatal yang menimpa kaki karena benda tajam, berat, panas,  cairan kimia, dan sebagainya.


Sabtu, 23 Januari 2016

Arsitek Kreatif

Seorang arsitek dituntut agar dapat merancang suatu konsep ide suatu bangunan dengan sebaik mungkin agar bangunan yang akan dibangun sesuai dengan harapan yang diinginkan dari owner nya.

Tapi siapa sangka berkat imajinasi yang sangat tinggi dengan meletakkan dan menyusun barang barang biasa saja, suatu rancangan konsep bangunan dapat terbentuk dan dapat dijadikan bangunan utuh yang menjadi nyata. Emad Zand adalah arsitek yang memiliki kelebihan tersebut.
Emad Zand adalah seorang arsitek sekaligus interior designer yang tinggal di Woodland Hills, California, Amerika Serikat. Dia terkenal sejak video nya di youtube yang merancang kosep bangunan dengan hal yang tidak biasa.

 Kemampuan dia membuat rancangan konsep bangunan sangatlah luar biasa, dengan cara yang tidak biasa dia dapat membuat konsep bangunan yang unik entah itu gedung atau rumah biasa. Pekerjaan nya saat ini adalah sebagai supervisor, senior designer dan consultant of various architecture dan interior designer companies. Dia juga pernah mendapatkan penghargaan Winner of seven Architectural Design Awards dan Designer of over 200 building project.

Disini ada beberapa hasil karya - karya nya yang ada didalam bidang arsitektur dan desain interior.

   

  

 

Serta salah satu video proses rancangan konsep bangunan yang dia rancang dengan barang barang biasa. 

 

Jika kalian ingin melihat video rancangan nya lebih banyak lagi, bisa cek disini Video Emad Zand.
Situs pribadi nya Website Emad Zand

Semoga menginspirasi kalian semua untuk para arsitek dan interior designer Indonesia, agar dapat lebih kreatif dalam merancang sebuah konsep bangunan.